27 Oktober 2026

Capaian 100 Persen 4 Indikator BIK, Dinkes Riau Apresiasi Kampar


673 views

KAMPAR – Kabupaten Kampar mencatatkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) Bayi dan Baduta Tahun 2026. Berdasarkan Laporan Harian Pelaksanaan BIK dari Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Baduta, Direktorat Imunisasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kampar telah mencapai target 100 persen pada 4 indikator BIK berdasarkan kombinasi data cakupan manual dan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

Keempat indikator tersebut meliputi imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama (DPT1), Inactivated Polio Vaccine dosis pertama (IPV1), Pneumococcal Conjugate Vaccine dosis kedua (PCV2), serta imunisasi campak-rubela dosis kedua (MR2). Dalam laporan tersebut, Kabupaten Kampar juga tercatat sebagai kabupaten pertama yang mencapai target 100 persen untuk imunisasi kejar PCV2.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Kabupaten Kampar untuk terus menjaga kinerja dan komitmen dalam memperluas perlindungan imunisasi bagi bayi dan baduta.

Apresiasi ini sekaligus menjadi motivasi untuk mempertahankan capaian, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan melanjutkan percepatan pelayanan. Mengingat pelaksanaan BIK masih berlangsung, upaya penjangkauan sasaran dan penyempurnaan pencatatan tetap perlu dilakukan hingga periode kegiatan berakhir.


MONEV BIK PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR 

Untuk mengevaluasi perkembangan capaian dan memperkuat langkah percepatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan BIK Bayi dan Baduta Tahun 2026, secara daring melalui Zoom,  Senin (26/10) siang.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, MH, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian, SKM, M.Kes. Pertemuan ini diikuti oleh TP PKK Kabupaten Kampar, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat, kepala Puskesmas, kepala desa/lurah, TP PKK kecamatan dan desa/kelurahan, serta penanggung jawab (Pj.) imunisasi Puskesmas se-Kabupaten Kampar.

Dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, hadir dr. Dahlia Eka Okta, MKM, bersama Patricia Touw, S.ST., M.Si., Kasi Surveilans dan Imunisasi. Arahan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Kampar, dr. Rita Anggraini, MH.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja bersama dalam memastikan sasaran imunisasi terjangkau hingga tingkat keluarga. Dukungan pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, TP PKK, kader Posyandu, serta OPD terkait menjadi bagian strategis dalam mendorong masyarakat melengkapi imunisasi anak.

18 PUSKESMAS TUNTASKAN SELURUH INDIKATOR 

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Ns. Bustami, S.Kep., M.Pd., memaparkan perkembangan cakupan BIK di seluruh Puskesmas, termasuk indikator yang telah mencapai target dan yang masih membutuhkan percepatan.

Berdasarkan pemantauan ASIK per 26 Oktober 2026, sebanyak 18 Puskesmas telah menuntaskan seluruh indikator BIK sesuai target, yaitu Pulau Gadang, Gunung Bungsu, Lipat Kain, Batu Sasak, Sawah, Kubang Jaya, Batu Bersurat, Sinama Nenek, Tapung, Kuok, Pandau Jaya, Pantai Cermin, Pantai Raja, Pangkalan Baru, Petapahan, Tanah Tinggi, Simalinyang, dan Sibiruang.

Pada tanggal yang sama, data ASIK menunjukkan cakupan PCV2 dan MR2 masing-masing telah mencapai 100 persen. Sementara itu, cakupan DPT-HB-Hib1 tercatat 84,9 persen dan IPV1 sebesar 92,5 persen.

Angka pada dasbor ASIK tersebut menjadi acuan untuk mengidentifikasi indikator yang masih memerlukan percepatan. Data ini perlu dibedakan dari capaian laporan harian Kemenkes yang menggunakan kombinasi data manual dan ASIK, sehingga setiap angka dibaca sesuai sumber dan waktu pelaporannya.

DISKUSI DAN RENCANA TINDAK LAJUT 

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai kendala pelaksanaan, penjangkauan anak yang belum lengkap imunisasinya, penyelesaian pencatatan di ASIK, serta penyelarasan data pelayanan manual dan elektronik.

Pembahasan menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang menitikberatkan pada percepatan pelayanan bagi bayi dan Baduta yang belum lengkap imunisasinya, penyelesaian indikator yang masih membutuhkan peningkatan, verifikasi dan pemutakhiran data, serta penguatan koordinasi antara Puskesmas, TP PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, kader Posyandu, dan unsur lintas sektor lainnya.

Melalui tindak lanjut yang terarah dan terukur, setiap Puskesmas diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan BIK sesuai kebutuhan wilayahnya, sekaligus memastikan bahwa capaian cakupan didukung oleh pelayanan yang nyata dan pencatatan yang akurat.

LANJUTKAN PRESTASI & PERKUAT PERLINDUNGAN ANAK

Capaian BIK 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Kampar untuk melanjutkan prestasi di bidang imunisasi. Pada April 2026, Kampar meraih Cakupan Terbaik Pertama Nasional dalam pelaksanaan imunisasi kejar bayi dan baduta pada kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia (PID).

Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja program imunisasi. Sementara itu, penilaian atas hasil akhir pelaksanaan BIK tahun 2026 tetap menunggu berakhirnya periode kegiatan dan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mengajak seluruh Puskesmas dan mitra lintas sektor untuk terus memperkuat kolaborasi, menjangkau sasaran yang belum lengkap imunisasinya, serta memastikan pelayanan dan pencatatan berjalan optimal hingga akhir periode pelaksanaan.

Dengan semangat “Layani Tuntas, Entri Tuntas, Cakupan Tuntas”, Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan perlindungan kesehatan bayi dan Baduta demi mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan terlindungi melalui imunisasi lengkap.(Diskominfo Kampar/Ari)

Artikel Terkait