21 Oktober 2026

Dialog Interaktif di Radio RRI Pekanbaru, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti Sampaikan Pacu Sampan Buluh Cina Harus Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi


310 views

Pekanbaru - Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat upaya pelestarian tradisi lokal dengan mendorong Event Pacu Sampan Buluh Cina menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Tradisi warisan leluhur ini dinilai memiliki potensi besar untuk mengangkat nama daerah, memperluas kunjungan wisatawan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., saat menghadiri program Obrolan Siang di Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru, Selasa (20/10/2026)

Obrolan tersebut dihadiri oleh Kadis Pariwisata  Kampar Afdal, ST, MT, kepala Desa Bulu cina  yang membahas persiapan pelaksanaan Pacu Sampan Buluh Cina yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Dalam dialognya, ia menegaskan Bukan Sekadar Perlombaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat. Pacu sampan bukan sekadar perlombaan tradisional atau agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Kampar yang harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia juga menyampaikan, Pelestarian tradisi perlu dibarengi langkah nyata agar memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, panitia penyelenggara, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan Pacu Sampan Buluh Cina sebagai agenda wisata yang berkelanjutan.

“Tradisi harus tetap hidup, tetapi manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat. Jangan sampai kegiatan hanya ramai saat perlombaan berlangsung, sementara dampak ekonominya belum maksimal,”ungkapnya.”

Wabup Misharti menilai Desa Buluh Cina memiliki sejumlah daya tarik wisata yang dapat dikembangkan secara terpadu, termasuk wisata gajah. Potensi tersebut perlu dikemas menjadi paket wisata yang menarik agar pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga menikmati destinasi wisata lain yang tersedia.

Strategi ini diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan, meningkatkan transaksi di tingkat lokal, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa, dan masyarakat sekitar untuk memperoleh manfaat ekonomi.

“Dengan promosi yang tepat dan pengelolaan yang profesional, Pacu Sampan Buluh Cina berpeluang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Kampar.”ungkapnya.”

“Untuk itu, Pacu Sampan Buluh Cina harus menjadi lebih dari sekadar tontonan. Tradisi ini perlu tumbuh menjadi kekuatan pariwisata, penggerak ekonomi rakyat, dan kebanggaan budaya Kabupaten Kampar.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).

Artikel Terkait