20 Oktober 2026

Wisuda Mahasiswa Politeknik Kampar, Bupati Ahmad Yuzar Berikan Pesan dan Trik Hadapi Dunia Kerja


257 views

Pekanbaru – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, memberikan pesan penting kepada para lulusan Politeknik Kampar agar siap menghadapi persaingan dunia kerja dengan mengandalkan keterampilan, kreativitas, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Wisuda ke-15 Politeknik Kampar, yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Furaya Pekanbaru Senin (19/10/2026).

Bupati Ahmad Yuzar menegaskan, Bahwa Kampar merupakan salah satu Wilayah dengan luasan sawit yang cukup luas yakni hampir 1 Juta Ha dari 6 Juta Ha di Riau, sedangkan secara Nasional Indoensia adalah produsen CPO Terbesar di Dunia dengan 40Juta Ton /Tahun dan merupakan yang terbesar di dunia peluang dan kesempatan inilah yang akan menjadi tantangan bagi adek adek sekalian, Bagiamana Implementasi ilmu yang telah didapat dengan persaingan di dunia kerja yang cukup ketat, dengan ilmu yang sudah diperoleh ini peluang dan kesempatan ini dapat kita ambil,  artinya Kampar memiliki peran penting dalam penggerak ekonomi Indonesia inilah tantangan kita semua, kita dapat berbuat dan siap berkontribusi dalam percaturan dunia kerja khususnya di Bidang persawitan. 

Dengan Wisuda ini bukti keberhasilan menempuh pendidikan, tetapi bukan satu-satunya modal untuk meraih kesuksesan. Dunia kerja dan dunia usaha membutuhkan lulusan yang mampu bekerja, menyelesaikan persoalan, berinovasi, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Kalau dahulu orang sering bertanya, sudah punya ijazah apa? Sekarang pertanyaannya berubah menjadi, apa yang bisa kamu lakukan, keterampilan apa yang kamu miliki, dan apa yang bisa kamu hasilkan? Karena itu, jangan pernah berhenti belajar setelah meninggalkan kampus,” tegasnya.

Ia pun membagikan sejumlah pesan praktis bagi para wisudawan dalam memasuki dunia kerja. Pertama, terus mengasah keterampilan dan memperluas wawasan. Kedua, berani mencoba hal baru serta belajar dari pengalaman. Ketiga, jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi ciptakan peluang melalui kreativitas dan inovasi. Keempat, menjaga kejujuran, tanggung jawab, etika, serta nama baik almamater di mana pun berada.

Menurut Ahmad Yuzar, lulusan Politeknik Kampar harus berani memulai dari bawah dan tidak malu bekerja keras. Keberhasilan tidak selalu berawal dari tempat yang besar, melainkan dari kemauan untuk terus melangkah, memperbaiki diri, dan menunjukkan hasil nyata.

“Ananda tidak harus menunggu menjadi orang hebat untuk memberikan manfaat. Mulailah dengan melakukan hal-hal sederhana secara sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab,” pesannya.

Bupati juga berharap para lulusan mampu menjadi tenaga kerja terampil, inovator, dan generasi produktif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kampar, katanya, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar generasi muda memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan industri.

Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Dr. Nina Veronica, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan selamat kepada 214 wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Sejak berdiri pada 2011, Politeknik Kampar telah melahirkan lebih dari 1.500 lulusan dan mengembangkan pendidikan vokasi, terutama melalui program Diploma III Pengolahan Sawit dan Diploma III Perawatan Mesin. Politeknik Kampar juga menerima mahasiswa penerima beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan dari BPDP yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ketua Yayasan Datuk Tabano, Eka Sumahamid, S.T., M.Si., turut mengapresiasi kehadiran Bupati Kampar dalam momentum wisuda tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri terus diperkuat untuk melahirkan lulusan yang inovatif, berintegritas, serta siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

Menutup sambutannya, Ahmad Yuzar berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga membuktikan manfaat ilmu melalui karya dan pengabdian. “Gelar mungkin akan membuat orang mengenal nama saudara, tetapi sikap, karya, dan manfaatlah yang akan membuat orang menghargai saudara,” tutupnya.(Diskominfo/Pdy)

Artikel Terkait