20 Oktober 2026

Ikuti Rakor Inflasi IPH Harga Minggu Ketiga Oktober 2026, Pemerintah Kab. Kampar Siap Pantau Perkembangan Harga Dan Ketersediaan Stok


263 views

Bangkinang Kota, Pemerintah Kabupaten Kampar kembali ikuti rakor Pengendalian Inflasi Yang Dirangkaikan Dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah bersama Kementerian Dalam Negeri RI melalui Zoom atau Darring. Rakor kali ini bahas Tinjauan Inflasi Indeks Perkembangan Harga Minggu Ketiga Oktober 2006. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar pada Senin (19/10).

Rakor yang dilaksanakan dengan zoom ini dipimpin langsung Oleh Sekjen Kemendagri RI yang didampingi oleh Kepala BPS RI. Untuk Kabupaten Kampar sendiri kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad yang juga tampak didampingi oleh Kepala Dinas Perkim dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar.
 
Dalam penjelasan yang disampaikan oleh BPS RI bahwa menjelang kuartal terakhir tahun 2026, harga pangan kembali menjadi pendorong utama inflasi. Inflasi tahunan naik dari 3,19% (YoY) pada Agustus menjadi 3,28% (YoY) pada September 2026. Angka tersebut masih berada dalam sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1%, namun semakin mendekati batas atas. Kenaikan inflasi terutama terjadi pada komponen harga bergejolak sejalan dengan lonjakan beberapa komoditas pangan, sementara inflasi tahunan komponen inti dan harga yang diatur pemerintah justru melambat. Secara bulanan, inflasi umum tercatat sebesar 0,30% (mtm), lebih tinggi dibandingkan 0,21% (mtm) pada Agustus 2026 maupun September 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ke-3 Oktober 2026 secara nasional terjadi di 36 provinsi. Komoditas cabai merah dan cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan utama, dengan harga cabai merah melonjak di 323 kabupaten/kota.

Diterangkan pula oleh Asisten II Setda Kampar saat mengikiti zoom ini Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Kampar melalui pemantauan perkembangan harga dan stok bahan pokok di pasar, penguatan koordinasi TPID, serta sinergi dengan perangkat daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga. "Upaya tersebut juga dapat diperkuat melalui pelaksanaan operasi pasar dan GPM sesuai kebutuhan, fasilitasi distribusi serta kerja sama antar semua pihak dan antar daerah, dan koordinasi dengan distributor maupun pelaku usaha guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia. Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan dapat merespons dinamika harga secara cepat dan tepat, sehingga stabilitas ekonomi daerah serta keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga" demikian diutarakannya. (Diskominfo Kampar/EMS)

Artikel Terkait