15 Oktober 2026

Syarhil Qur’an MTQ ke-55 Kampar Sukses Digelar, Finalis Tampilkan Syiar Islam yang Menginspirasi


190 views

Gunung Sahilan — Gema syiar Islam melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an dan penjabaran makna yang terkandung di dalamnya mewarnai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kampar. Salah satu cabang yang menyedot perhatian masyarakat, yakni Syarhil Qur’an, sukses menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan, mulai dari babak penyisihan hingga babak final.

Kini, para finalis tinggal menanti hasil penilaian majelis hakim yang akan diumumkan secara resmi pada malam penutupan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar.

Di balik perlombaan tersebut, tersimpan semangat generasi muda Islam untuk tidak sekadar membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menjelaskan, serta menyampaikan pesan-pesan Ilahi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan cabang tersebut.

Saat menyaksikan babak final Cabang Syarhil Qur’an di SMKN 1 Gunung Sahilan, Rabu (14/10/2026), Zulfaimar mengatakan bahwa seluruh rangkaian perlombaan telah berlangsung dengan baik dan sukses.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian perlombaan Cabang Syarhil Qur’an, mulai dari babak penyisihan hingga babak final, telah terlaksana dengan sukses. Kita melihat semangat, kesungguhan, dan kemampuan para peserta dalam menampilkan yang terbaik,” ungkap Zulfaimar kepada media.

Menurutnya, babak final menjadi panggung bagi para peserta untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam penguasaan materi, penyampaian pesan Al-Qur’an, maupun kerja sama tim. Lebih dari sekadar kompetisi untuk meraih prestasi, Syarhil Qur’an juga menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

“Kita bangga dengan semangat dan kemampuan para qari dan qariah Cabang Syarhil Qur’an ini. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memberikan pemahaman tentang syiar Islam kepada masyarakat yang menyaksikan perlombaan,” ujarnya.

Enam Finalis Terbaik Menanti Keputusan Majelis Hakim

Zulfaimar menjelaskan, babak final Cabang Syarhil Qur’an diikuti oleh peserta terbaik yang berhasil melewati tahapan perlombaan sebelumnya.

Untuk kategori putra, tiga finalis yang tampil adalah peserta dengan nomor SQ-0-02, SQ-0-01, dan SQ-0-05. Sementara itu, pada kategori putri, finalis yang berlaga terdiri atas peserta bernomor SQ-1-03, SQ-1-10, dan SQ-1-07.

Keenam finalis tersebut telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan majelis hakim. Setiap penampilan menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qur’ani terus memiliki ruang penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Setelah seluruh penampilan finalis berakhir, tahapan selanjutnya berada di tangan majelis hakim untuk melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Para peserta kini tinggal menunggu hasil akhir yang akan menentukan peraih prestasi terbaik pada cabang tersebut.

Zulfaimar menegaskan bahwa apa pun hasil yang nantinya diumumkan, semangat para peserta untuk mempelajari, memahami, dan menyebarluaskan pesan Al-Qur’an merupakan nilai berharga yang patut diapresiasi.

Hasil penilaian majelis hakim akan diumumkan secara resmi pada malam penutupan MTQ ke-55 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kampar.

Merawat Generasi Qur’ani, Menguatkan Syiar Islam

Pelaksanaan Cabang Syarhil Qur’an menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dengan suara yang merdu, tetapi juga perlu dipahami maknanya dan diamalkan dalam kehidupan nyata.

Melalui ajang MTQ, generasi muda diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus belajar menyampaikan pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat.

Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di Kabupaten Kampar, negeri yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah Provinsi Riau. Sebab, keberhasilan membangun generasi Qur’ani bukan hanya diukur dari banyaknya gelar juara, melainkan juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an hidup dalam perilaku, akhlak, dan kepedulian sosial masyarakat.

MTQ ke-55 pun menjadi momentum untuk terus memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan terhadap Kalamullah, dan melahirkan generasi yang tidak hanya fasih melantunkan ayat-ayat suci, tetapi juga mampu menghadirkan pesan-pesannya dalam kehidupan.

Penulis: Adi Jondri Putra

Artikel Terkait