13 Oktober 2026

Ketika Al-Qur’an Dilantunkan, Saatnya Kampar Menghidupkan Syiar di Tengah Masyarakat


211 views

Gunung Sahilan — Ada suasana yang berbeda ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan di tengah masyarakat. Bukan sekadar suara yang terdengar indah, tetapi ada pesan ketuhanan yang mengetuk hati, mengingatkan manusia bahwa di tengah kesibukan kehidupan, masih ada jalan untuk kembali mendekat kepada Allah Azza wa Jalla.

Malam ini, suasana tersebut akan hadir di arena utama MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Kecamatan Gunung Sahilan.
Sebanyak 11 qari dan qariah cabang Tilawah Dewasa akan tampil mempersembahkan kemampuan terbaik mereka. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan besar untuk membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

Setiap lantunan ayat yang dibacakan adalah syiar.

Setiap masyarakat yang datang menyaksikan adalah bagian dari syiar itu. Dan setiap hati yang tersentuh oleh lantunan Kalamullah, mudah-mudahan menjadi bagian dari tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur’an.
Melalui media, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.A.P., mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya masyarakat Kecamatan Gunung Sahilan, untuk hadir dan menyaksikan secara langsung penampilan para qari dan qariah.

Menurutnya, kehadiran masyarakat bukan hanya untuk menyaksikan sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap para peserta sekaligus wujud nyata dalam menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.

“Mari kita ramaikan dan saksikan bersama penampilan para qari dan qariah. Kehadiran masyarakat akan menjadi salah satu bukti konkret bahwa Kabupaten Kampar benar-benar layak disebut sebagai negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau,” demikian pesan Zulfaimar.
Ajakan itu terasa sederhana, namun menyimpan makna yang besar.

Sebab, sebuah daerah tidak hanya dikenal karena pembangunan fisiknya. Sebuah daerah juga akan memiliki cahaya ketika masyarakatnya mencintai Al-Qur’an, memuliakan para pembacanya, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

MTQ pun bukan sekadar tentang mencari siapa yang menjadi juara. MTQ adalah tentang menghidupkan Kalamullah di tengah kehidupan manusia.

 Al-Qur’an. mengajarkan kepada anak-anak bahwa menjadi generasi Qur’ani adalah sebuah kebanggaan.

Dan tentang membangun kesadaran bersama bahwa kemajuan sebuah negeri akan semakin bermakna apabila berjalan beriringan dengan iman dan ketakwaan. Karena itu, malam ini mari datang ke arena MTQ.

Mari penuhi tempat perlombaan.
Mari berikan tepuk tangan dan dukungan kepada para qari dan qariah yang telah mempersiapkan diri dengan penuh perjuangan.
Mari jadikan Gunung Sahilan bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya perlombaan, tetapi sebagai panggung besar syiar Islam Kabupaten Kampar.

Biarkan lantunan ayat-ayat suci memenuhi ruang-ruang kehidupan masyarakat dan semoga dari sana tumbuh generasi Kampar yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin kuat imannya, semakin baik akhlaknya, serta semakin teguh membangun negeri dengan nilai-nilai Islam.

Sebab ketika Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, di sanalah cahaya kebaikan akan terus menyala, ungkap Zulfaimar.(AJ)

Artikel Terkait