12 Oktober 2026

Resmi Dibuka Bupati Kampar, MTQ ke-55 Kabupaten Kampar Diikuti 642 Peserta dari 21 Kecamatan, Pertandingkan 9 Cabang dan 28 Golongan


325 views

Gunung Sahilan: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., di Astaka Utama, kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Kecamatan Gunung Sahilan, Ahad (11/10/2026) malam. Sebanyak 642 peserta dari 21 kecamatan se-Kabupaten Kampar mengikuti perhelatan keagamaan ini dengan mempertandingkan 9 cabang dan 28 golongan, yang berlangsung pada 11–17 Oktober 2026.

Mengusung tema “Dengan Al-Qur’an Kita Wujudkan Generasi Berprestasi”, MTQ ke-55 tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam, membina generasi Qur’ani, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. 

Pembukaan berlangsung meriah dan khidmat, disaksikan ribuan masyarakat Gunung Sahilan dan sekitarnya yang antusias menyambut pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kampar tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, membangun akhlak, serta menuntun generasi muda menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, prestasi yang diraih hendaknya berjalan seiring dengan pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an sehingga melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Al-Qur’an adalah fondasi bagi prestasi yang akan menuntun umat dalam mengarungi kehidupan di dunia, terutama bagi generasi muda Kampar. Melalui MTQ ini, mari kita lantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, kemudian kita bumikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. 

Jangan sampai Al-Qur’an hanya kita baca dan kita perlombakan, tetapi harus kita pahami, hayati, dan amalkan sebagai pedoman hidup,” tegas Ahmad Yuzar.

Bupati menjelaskan, MTQ menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki kemampuan dan talenta dalam berbagai bidang Al-Qur’an, mulai dari seni membaca, menghafal, menafsirkan, hingga menulis kandungan Al-Qur’an. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan berkembang dan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta generasi Qur’ani yang berprestasi hingga tingkat Provinsi Riau maupun nasional.

Ia juga meminta seluruh kecamatan agar terus meningkatkan pembinaan dan berpartisipasi dalam seluruh cabang yang diperlombakan. Dengan demikian, kesempatan untuk mengembangkan potensi peserta dapat terbuka lebih luas dan pembinaan Al-Qur’an di setiap wilayah berjalan semakin merata.

“Kepada seluruh peserta dan dewan hakim, saya berpesan agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Tampilkan kemampuan dengan sebaik-baiknya dan raihlah prestasi setinggi-tingginya. Kepada seluruh kecamatan, ke depan kami berharap dapat mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan sehingga pembinaan Al-Qur’an semakin berkembang di Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Yuzar mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari kemeriahan penyelenggaraan maupun banyaknya peserta yang meraih juara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali gerakan Magrib Mengaji sebagai upaya membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kampar agar lebih menggiatkan dan menyediakan waktu untuk membaca serta mengamalkan Al-Qur’an. Dengan begitu, kita berharap tumbuh akhlakul karimah, kehidupan yang penuh kasih sayang, serta sikap saling menjaga dan mengayomi. Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Bupati Kampar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia tingkat kabupaten maupun kecamatan, para peserta dari 21 kecamatan, serta masyarakat Gunung Sahilan yang telah mendukung terselenggaranya MTQ ke-55. Ia berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kehidupan religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, serta berakhlak mulia.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar, Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., yang juga merupakan Asisten Asisten Pemerintahan dan Kesra tersebut dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ selama tujuh hari. Sebelum pembukaan utama, panitia telah melaksanakan pembukaan bazar dan pelantikan dewan hakim. Selanjutnya, perlombaan dijadwalkan berlangsung mulai Senin (12/10/2026) hingga penutupan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Melalui tema ‘Dengan Al-Qur’an Kita Wujudkan Generasi Berprestasi’, kita berharap MTQ ini semakin menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi wahana bagi para peserta untuk mengukir prestasi di tingkat Provinsi Riau maupun nasional,” ujar Tengku Said Hidayat.

Ia menjelaskan, MTQ ke-55 diikuti 642 qari dan qariah dari 21 kecamatan dengan mempertandingkan 9 cabang dan 28 golongan. Untuk mendukung pelaksanaan perlombaan, panitia juga melibatkan sebanyak 130 personel dewan hakim dan perangkat pendukung, yang terdiri atas dewan pengawas, dewan hakim, ketua dan anggota majelis hakim, panitera, serta penghubung MTQ. Seluruh unsur tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi integritas dalam penilaian.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Provinsi Riau, Rahmad Suhadi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ ke-55 di Kabupaten Kampar. 

Menurutnya, Kampar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an dan dikenal luas dengan sebutan Negeri Serambi Mekkah Riau.

“Kampar sangat dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau. Tentu banyak bibit unggul dan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an yang akan lahir dari Kabupaten Kampar. Hal ini telah terbukti dengan banyaknya qari dan qariah Kampar yang tampil di tingkat Provinsi Riau maupun nasional,” ungkap Rahmad Suhadi.

Ia berharap MTQ terus menjadi sarana pembinaan dan regenerasi peserta, sekaligus memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, serta lembaga keagamaan dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan pembinaan yang konsisten, potensi generasi Qur’ani Kampar diharapkan semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah.

Turut hadir pada pembukaan tersebut Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Kampar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Si., Ketua Harian LPTQ Kabupaten Kampar Dr. H. Erman Gani, M.A., para asisten dan staf ahli Bupati, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Camat Gunung Sahilan Sri Nuryani, para camat se-Kabupaten Kampar, ninik mamak Kenegerian Gunung Sahilan, serta undangan lainnya.

Dengan dimulainya MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026, Kecamatan Gunung Sahilan menjadi pusat syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani selama sepekan. Diharapkan, dari ajang ini lahir peserta-peserta terbaik yang mampu berprestasi sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga semangat religius tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kampar.
(ProDokpim /Pdy)

Artikel Terkait