10 Oktober 2026

Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Kebun Raya Universitas Pahlawan, Kebanggaan Kampar dalam Pelestarian Alam dan Lingkungan


283 views

Bangkinang Kota – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas hadirnya Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Bangkinang. Keberadaan kawasan konservasi yang dikelola perguruan tinggi tersebut dinilai sebagai langkah luar biasa dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan dan seluruh masyarakat Kabupaten Kampar.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Kampar saat menghadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Jumat (9/10/2026). Menurutnya, komitmen universitas dalam mempertahankan dan mengembangkan kawasan hutan menjadi kebun raya merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan, terutama di tengah meningkatnya tantangan kerusakan dan degradasi alam.

“Ini sungguh luar biasa dan membanggakan. Sebuah universitas mampu mempertahankan kawasan hutan sekaligus mengembangkannya menjadi kebun raya yang memiliki nilai konservasi, pendidikan, penelitian, dan wisata. Ini bukan hanya kebanggaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Kampar,” ujar Ahmad Yuzar yang ikut langsung menjelajah Kebun Raya UP Tuanku Tambusai. 

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang. Menurutnya, menjaga alam bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kolaborasi, dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

“Alam yang kita jaga dan rawat akan memberikan manfaat kembali kepada kita. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus terus kita dukung. Di tengah degradasi alam yang semakin memprihatinkan, kehadiran perguruan tinggi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan patut kita apresiasi dan jadikan contoh,” tegasnya.

Ahmad Yuzar berharap, Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dapat terus dikembangkan menjadi pusat konservasi yang memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat, peneliti, pelajar, dan generasi muda. Ia juga mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah dan pihak universitas terus diperkuat sehingga kawasan tersebut dapat menjadi salah satu aset unggulan Kabupaten Kampar di bidang lingkungan hidup, pendidikan, dan ekowisata.

Sementara itu, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof. dr. Amir Luthfi, menjelaskan bahwa Kebun Raya Universitas Pahlawan memiliki luas kawasan sekitar 30 hektare, dengan zona terbangun seluas 15 hektare. Kawasan ini dikembangkan dengan berbagai fasilitas dan koleksi tanaman yang dirancang untuk mendukung konservasi, penelitian, edukasi, wisata, serta pemanfaatan jasa lingkungan secara berkelanjutan.

Berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut meliputi gerbang kebun raya, kantor pengelola, rumah lontok, aula terbuka, fasilitas peternakan kambing dan ayam, area pembibitan, serta koleksi tanaman obat dan tumbuhan meranti. Selain itu, terdapat koleksi kantong semar, Tangga Lembah Hijau, Taman UFO, Taman Lorong, Taman Kaktus, kebun buah langka, Tangga Rimba Jati, Taman Kolam Tropis, jembatan kayu, Taman Hutan Pakis, Tangga Hutan Rimba, koleksi tanaman rotan, Gedung Putih, taman bermain, sentra kuliner, hingga gerbang White House.

Menurut Prof. Amir Luthfi, keberadaan berbagai zona dan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadikan kebun raya sebagai kawasan yang produktif dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. 

Selain menjadi ruang hijau yang memiliki nilai ekologis, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, serta masyarakat luas untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Ia juga menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara. Tercatat, rombongan berjumlah sekitar 70 orang dari enam negara telah melakukan kunjungan ke kawasan hutan tersebut, termasuk pengunjung dari Australia, Malaysia, dan Tiongkok, serta tamu domestik. 

Hal ini menunjukkan adanya potensi kebun raya sebagai destinasi edukasi dan wisata berbasis lingkungan yang dapat terus dikembangkan.

Pada kesempatan itu, Prof. Amir Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Bupati Ahmad Yuzar, atas dukungan terhadap upaya pelestarian alam dan pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Bapak Bupati Ahmad Yuzar, yang senantiasa memberikan dukungan terhadap pelestarian alam. Alhamdulillah, melalui kerja sama dan sinergi yang telah terjalin selama ini, Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dapat diresmikan. Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini terus berlanjut agar kebun raya ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ungkapnya.

Peresmian Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Kampar. Kehadiran kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi warisan ekologis dan pusat pembelajaran bagi generasi mendatang, sekaligus membuktikan bahwa pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan.
(Diskominfo/ProDokpim/Pdy)

Artikel Terkait