16 Oktober 2026

Wabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin ASN dan Tiga Prioritas Pembangunan


661 views

BANGKINANG KOTA – Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Senin (5/10/2026). Dalam amanatnya, Wabup Misharti menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pelaksanaan tiga prioritas pembangunan Kabupaten Kampar.

Apel gabungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Wabup Misharti mengatakan, sinergi antar-OPD perlu terus diperkuat agar masing-masing perangkat daerah dapat mengetahui dan memahami prioritas program yang dilaksanakan bersama.

Selain sinergi, Wabup Misharti juga mengingatkan seluruh ASN mengenai pentingnya disiplin. Menurutnya, disiplin tidak hanya diukur dari kehadiran dan ketepatan waktu datang ke kantor, tetapi juga dari kesungguhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.

“Disiplin yang diinginkan adalah bagaimana kita bertanggung jawab akan tugas yang diberikan kepada kita masing-masing. Kita punya tanggung jawab masing-masing dan semua kita tidak sama tanggung jawabnya,” tegasnya.

Ia mencontohkan pentingnya ketepatan waktu dengan memperhitungkan perjalanan dari kediamannya menuju kantor. Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk membangun budaya disiplin di lingkungan pemerintahan.

Tiga Prioritas Pembangunan Kampar

Dalam amanatnya, Wabup Misharti menyampaikan terdapat tiga hal yang menjadi prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kampar dalam pembangunan Kabupaten Kampar ke depan.

Pertama, membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia.

Menurutnya, pembangunan SDM harus dimulai dari aparatur pemerintahan sendiri. Peningkatan kompetensi ASN dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas, termasuk penerapan manajemen talenta dan sistem merit.

“Pembangunan SDM yang unggul kita mulai dari diri kita sendiri. Kalau kita sudah bisa meningkatkan pembangunan SDM kita, maka kita harus bangun masyarakat kita, SDM-nya yang unggul dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Peningkatan kapasitas juga harus menyentuh masyarakat melalui berbagai program pelatihan sesuai potensi daerah, seperti pelatihan pengolahan pangan, perikanan, pertanian dan keterampilan lainnya.

Kedua, meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kampar.

Wabup Misharti menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi memiliki hubungan erat dengan pembangunan SDM. Masyarakat yang memiliki keterampilan dan kompetensi akan mampu menghasilkan produk yang dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga.

Ia juga menyoroti potensi perikanan Kabupaten Kampar, khususnya ikan patin, yang perlu terus dikembangkan melalui hilirisasi dan pengolahan produk.

“Kita tidak boleh puas dengan hasil itu saja. Mesti harus ada hilirisasinya sehingga bisa mendapatkan uang yang lebih kalau sudah diolah,” katanya.

Untuk itu, pelatihan pengolahan ikan diharapkan dapat dilakukan secara luas hingga ke desa-desa. Peserta yang memperoleh pelatihan juga diharapkan meneruskan pengetahuan dan keterampilannya kepada masyarakat di desa masing-masing.

Wabup juga mendorong perangkat daerah untuk aktif membuka akses pelatihan bagi masyarakat, termasuk melalui Balai Latihan Kerja (BLK), serta tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga aktif menjemput program dan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Ketiga, menjaga persatuan dan kerukunan.

Wabup Misharti menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kabupaten Kampar harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Persatuan dan kerukunan harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat maupun aparatur pemerintahan.

“Dengan keberagaman bukan berarti kita pecah, tetapi justru dengan keberagaman menjadi kita semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk membangun kepedulian dan empati terhadap sesama, serta menjaga marwah Kabupaten Kampar dengan menghindari sikap saling memfitnah dan menjustifikasi orang lain.

“Kalau teman kita sakit, kita juga sakit. Kalau teman kita susah, kita juga merasakan kesusahannya. Maka itulah mengapa Kampar di Hati menjadi jargon kita, karena kita harus berempati. Kita harus peduli,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Wabup Misharti mengajak seluruh ASN dan perangkat daerah untuk terus bekerja, meningkatkan kreativitas, serta memberikan kemampuan terbaik dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kampar.

“Teruslah bekerja, teruslah berkreativitas, tampilkan yang terbaik yang ada Bapak-Ibu miliki untuk membangun Kabupaten Kampar yang kita cintai,” pungkasnya.(Diskominfosankampar/CK)

Artikel Terkait