04 Oktober 2026

Desa Tanjung Alai Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Kolaborasi


116 views

KAMPAR - Pemerintah Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf) di tengah masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan UMKM Naik Kelas” yang digelar di Kantor Desa Tanjung Alai, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku UMKM Desa Tanjung Alai. Selain itu, turut terlibat 10 tim mahasiswa pengabdian UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dari berbagai jurusan yang memiliki keterkaitan dengan program UMKM.

Hadir sebagai pemateri, Prof. Fitra Lestari Norhiza, S.T., M.Eng., Ph.D, Dosen Teknik Industri UIN Suska Riau, dan Dr. Budi Azwar, S.E., M.Ec, Dosen Ekonomi Syariah UIN Suska Riau.

Dalam kegiatan tersebut, pembinaan dan pendampingan difokuskan pada sejumlah aspek yang dinilai penting dalam pengembangan UMKM. Di antaranya terkait legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT dan label halal.

Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun merek atau branding produk, termasuk memperhatikan kemasan atau packaging agar produk memiliki identitas dan daya tarik yang lebih baik.

Tidak hanya penguatan dari sisi produk, pendampingan juga membahas pentingnya membangun kemitraan dengan pemerintah maupun pihak swasta.

Pj Kepala Desa Tanjung Alai, Syamsul Azwar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Desa Tanjung Alai dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

“Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara pihak Pemdes dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Syamsul.

Menurutnya, pembinaan dan pendampingan UMKM serta ekonomi kreatif merupakan salah satu kunci untuk menggerakkan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, usaha masyarakat yang selama ini masih dikelola secara tradisional dapat berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, modern dan memiliki daya saing hingga mampu menuju pasar yang lebih luas.

“Melalui strategi peningkatan kapasitas, standarisasi dan legalitas produk seperti NIB, PIRT, halal, manajemen keuangan, hingga digitalisasi dan onboarding e-commerce, diharapkan pelaku usaha Desa Tanjung Alai mampu naik kelas, meningkatkan omset dan memperluas lapangan kerja,” katanya.

Syamsul menambahkan, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, keterlibatan akademisi dan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di Desa Tanjung Alai.

“Semoga UMKM dan Ekraf bangkit dan naik kelas, sehingga Tanjung Alai semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Artikel Terkait