28 Agustus 2026

Pemkab Kampar Suguhkan Produk Khas Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional


282 views

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Kampar turut berpartisipasi dalam ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 dengan menampilkan beragam produk unggulan khas daerah sebagai upaya memperkenalkan potensi Kampar sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

AOE 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, menjadi wadah strategis bagi pemerintah kabupaten se-Indonesia untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata, investasi, pengadaan, serta produk-produk unggulan UMKM daerah. Ajang ini mengusung semangat agar potensi lokal tidak hanya dipamerkan, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan menghasilkan transaksi nyata.

Ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, hadir langsung pada pembukaan AOE 2026, Kamis (27/8/2026). Ia didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kampar, Refizal, S.STP, M.IP, bersama sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Tengku Nurheryani mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Kampar dalam AOE 2026 merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan potensi daerah, khususnya produk-produk UMKM, kuliner khas, hasil perikanan, serta kerajinan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah, melalui APKASI Otonomi Expo ini kita memiliki kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan dan khas Kabupaten Kampar ke tingkat nasional. Harapan kita, produk-produk UMKM Kampar semakin dikenal, diminati, dan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Tengku Nurheryani.

Pada Stand Kabupaten Kampar, pengunjung dapat melihat dan menikmati berbagai produk unggulan, khususnya dari sektor perikanan dan olahan hasil perikanan. Di antaranya kerupuk kulit patin, rendang ikan salai, Kokek Maco, abon patin, kerupuk ikan, hingga ikan salai asap.

Selain itu, Kampar juga menampilkan berbagai produk pangan dan kuliner khas lainnya, seperti tepung kelor, kerupuk lomang, singkong panggang, serta kerupuk kulit original.

Tidak hanya produk makanan dan olahan, Stand Kabupaten Kampar juga memperlihatkan kekayaan seni dan kerajinan daerah, di antaranya Songket Candi, batik, serta berbagai kerajinan khas lainnya. Menariknya, produk UMKM dari sektor pandai besi yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) juga turut diperkenalkan kepada para pengunjung.

Menurut Tengku Nurheryani, keberagaman produk yang ditampilkan tersebut menjadi gambaran bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan, baik dari sektor UMKM, ekonomi kreatif, kerajinan, perdagangan, maupun investasi.

“Produk-produk yang kita tampilkan merupakan hasil kreativitas dan kerja keras masyarakat Kampar. Karena itu, melalui ajang ini kita ingin membuktikan bahwa produk lokal Kampar memiliki kualitas, ciri khas, dan daya saing yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sejak pembukaan AOE 2026, Stand Kabupaten Kampar mendapat sambutan dan antusiasme yang cukup baik dari para pengunjung. Banyak pengunjung yang mampir untuk melihat secara langsung, mengenal, serta menikmati berbagai produk unggulan yang dipamerkan.

“Alhamdulillah, setelah kegiatan resmi dibuka, Stand Kabupaten Kampar mendapat antusiasme yang baik dari para pengunjung. Semoga ini menjadi langkah awal yang semakin memperkuat promosi dan memajukan produk-produk UMKM Kabupaten Kampar hingga ke tingkat nasional, bahkan ke depan dapat menembus pasar yang lebih luas,” tutup Ketua Dekranasda Kampar tersebut.

Dalam pembukaan AOE 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian agar seluruh kepala daerah terus mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Menurut Mendagri, setiap kabupaten memiliki kekuatan dan karakteristik ekonomi yang harus terus dikembangkan. Kabupaten memiliki potensi besar sebagai sentra pangan, pusat faktor produksi, serta memiliki sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pesan Mendagri tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan AOE 2026, yakni agar potensi dan produk unggulan daerah tidak hanya berhenti sebagai barang pameran atau kegiatan seremonial, tetapi mampu mempertemukan produk dengan pasar dan investor hingga menghasilkan kerja sama, kontrak, serta investasi yang benar-benar terealisasi. Kepala daerah juga didorong untuk tetap memperhatikan pelayanan dasar masyarakat, ketahanan pangan dan energi, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, serta pengendalian kemiskinan, stunting, dan pengangguran.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Kampar, Refizal, S.STP, M.IP, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal untuk mengikuti AOE 2026, mulai dari persiapan pembangunan dan penataan stand hingga pemilihan produk-produk unggulan yang akan ditampilkan.

“Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan persiapan secara maksimal, baik dari sisi penataan stand maupun produk-produk unggulan yang ditampilkan. Kita ingin kehadiran Kampar di APKASI Otonomi Expo ini benar-benar menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi daerah serta membuka peluang kerja sama, perdagangan, dan investasi,” ungkap Refizal.

Melalui keikutsertaan dalam AOE 2026, Pemkab Kampar berharap berbagai produk unggulan daerah semakin dikenal oleh masyarakat, pelaku usaha, calon investor, dan pembeli dari berbagai daerah. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan mampu membuka jejaring baru serta menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi kemajuan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar.
(ProDokpim/Pdy)

Artikel Terkait