24 Agustus 2026

Ikut Langsung Padamkan Api Bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Plt Gubernur Riau dan Kapolda Riau, Bupati Kampar Ahmad Yuzar Imbau Masyarakat Cegah dan Jangan Bakar Lahan


314 views

Tambang – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mulai munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kampar.

Imbauan itu disampaikan Bupati Kampar usai mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., serta Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., meninjau dan ikut langsung memadamkan titik kebakaran di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Ahad (23/08/2026).

Tidak hanya melakukan peninjauan, Bupati Kampar bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Plt. Gubernur Riau, Kapolda Riau dan jajaran turut turun langsung ke lapangan untuk membantu upaya pemadaman api bersama personel gabungan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, tidak hanya terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial maupun perekonomian.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, jangan membakar lahan. Mari kita bersama-sama menjaga daerah kita agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan,” tegas Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang juga telah menurunkan alat berat untuk menembus lokasi yang susah dilewati Kenderaan biasa 

Menurutnya, kondisi saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Dampak kebakaran mulai menimbulkan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Kampar, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kita sudah melihat kondisi saat ini, di mana dampaknya mulai menimbulkan kabut asap yang menyelimuti berbagai wilayah di Riau, khususnya Kabupaten Kampar. Selain merusak lingkungan, kondisi ini juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus kita utamakan,” ujar Ahmad Yuzar.

Bupati Kampar menambahkan, penanganan Karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, TNI, Polri maupun tim pemadam kebakaran. Peran serta dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya titik-titik api baru.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan mengatakan, patroli udara terus dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi Karhutla sekaligus memastikan seluruh proses penanganan di lapangan dapat berjalan cepat, tepat dan terkoordinasi.

Menurutnya, pemantauan dari udara memberikan informasi mengenai keberadaan titik-titik api, namun informasi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.

“Melalui udara kita dapat melihat titik-titik api, tetapi yang terpenting adalah bagaimana informasi itu segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan. Karena itu, kami turun langsung untuk memastikan seluruh sumber daya bergerak bersama,” kata Irjen Herry Heryawan.

Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan respons serta kolaborasi kuat dari seluruh unsur. Setiap titik api harus segera ditangani sejak dini agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan yang sangat rentan terbakar.

“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak. Prinsipnya, begitu terdeteksi ada titik api, kita harus cepat datang, cepat memadamkan dan memastikan tidak terjadi kebakaran ulang,” tegasnya.

Senada dengan itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menyampaikan bahwa jajaran TNI terus memperkuat dukungan personel dalam penanganan Karhutla bersama Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait.

“Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu. Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.

Pangdam juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terus bekerja keras di garis depan, meskipun harus menghadapi panas, asap dan medan yang tidak mudah.

“Yang berada di garis depan adalah personel kita di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan medan yang berat. Karena itu kami hadir untuk memastikan mereka mendapat dukungan dan penanganan dilakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam,” tambahnya.

Kehadiran langsung Bupati Kampar bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Plt. Gubernur Riau, Kapolda Riau dan Danrem 031/WB di lokasi kebakaran menjadi bukti nyata komitmen dan keseriusan seluruh unsur dalam menangani Karhutla.

Melalui kerja sama dan sinergi seluruh pihak, diharapkan kebakaran dapat segera dikendalikan, tidak meluas ke wilayah lain serta tidak kembali menimbulkan titik api baru. 

Pemerintah juga kembali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan dan bersama-sama berkomitmen mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan.

“Jangan Bakar Lahan, Cegah Karhutla, Selamatkan Lingkungan dan Lindungi Masa Depan Generasi Kita.”
(Diskominfo Kampar/ProDokpim /Pdy)

Artikel Terkait