Loading
Salo — Siang itu, Sabtu, 22 Agustus 2026, suasana Masjid Al Muhajirin Desa Salo terasa berbeda. Dari corong pengeras suara masjid, lantunan azan menggema, bukan sekadar sebagai panggilan untuk menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi suara harapan dari generasi muda Kecamatan Salo.
Suara-suara bening anak-anak yang melantunkan azan menghadirkan suasana penuh haru dan kebanggaan. Di balik keberanian mereka berdiri di hadapan dewan hakim dan jamaah, tersimpan sebuah harapan besar: lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman, kokoh akhlaknya, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Merekalah generasi penerus yang kelak menjadi tulang punggung pembangunan negeri. Dari pundak mereka, masa depan bangsa akan dipertaruhkan. Dari hati dan akhlak mereka pula, kekuatan moral kehidupan masyarakat akan dibangun.
Semangat tersebut tampak dalam rangkaian Gebyar Rabiul Awal 1448 H/2026 M, sebuah kegiatan yang digelar melalui sinergitas KUA Kecamatan Salo bersama mahasiswa KKN se-Kecamatan Salo. Salah satu agenda utamanya adalah perlombaan azan, tahfidz Al-Qur'an, dan pidato tingkat SD dan SMP.
Kegiatan perlombaan tersebut dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Salo, H. Zulfahmi, S.Ag., MA. Sebelum membuka perlombaan, Zulfahmi menyampaikan apresiasi kepada jamaah dan pengurus Masjid Al Muhajirin yang telah bersedia menjadi tuan rumah sekaligus pusat kegiatan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk karakter generasi muda yang mencintai agama, Al-Qur'an, serta memiliki keberanian untuk tampil dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Zulfahmi berharap Gebyar Rabiul Awal memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang hari ini sedang ditempa untuk menjadi generasi harapan masa depan.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang akan menjadi harapan masa depan bangsa,” harapnya.
Sambutan hangat juga datang dari Ketua Pengurus Masjid Al Muhajirin Desa Salo, Mudarus, S.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KUA Kecamatan Salo bersama seluruh panitia yang telah memilih Masjid Al Muhajirin sebagai tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan Gebyar Rabiul Awal.
Bagi pengurus masjid, kehadiran anak-anak dalam kegiatan tersebut merupakan pemandangan yang sangat menggembirakan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar, berlatih, dan menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Sementara itu, antusiasme para peserta begitu terlihat. Satu per satu mereka tampil dengan penuh percaya diri. Ada yang mengumandangkan azan, ada yang menunjukkan hafalan ayat-ayat Al-Qur'an, dan ada pula yang menyampaikan pidato dengan gaya khas anak-anak.
Wajah-wajah polos itu memancarkan semangat dan cita-cita. Mungkin mereka belum sepenuhnya memahami besarnya makna dari apa yang mereka lakukan hari ini. Namun, dari langkah kecil itulah keberanian, kedisiplinan, kecintaan kepada agama, dan rasa percaya diri sedang dibangun.
Hari ini mereka belajar tampil. Esok mereka akan belajar memimpin.
Gebyar Rabiul Awal kemudian akan mencapai puncaknya pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB. Puncak kegiatan akan dirangkai dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Dr. H. Ahmad Zikri, S.Ag., B.Ed., Dipl. Al., MA.C., M.Ed.
Tidak hanya syiar keagamaan, puncak kegiatan juga akan diwarnai dengan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Kampar akan turut mendistribusikan zakat produktif serta memberikan santunan kepada anak yatim.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun generasi tidak bisa dilakukan sendirian. KUA, mahasiswa KKN, pengurus masjid, BAZNAS, pemerintah, tokoh agama, orang tua, dan seluruh masyarakat memiliki peran yang sama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak.
Puncak Gebyar Rabiul Awal tersebut juga dijadwalkan dihadiri oleh Bupati Kampar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, sehingga diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Kecamatan Salo.
Pada akhirnya, gema azan anak-anak di Masjid Al Muhajirin hari ini bukanlah sekadar perlombaan. Ia adalah sebuah pesan tentang masa depan.
Bahwa di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, masih ada anak-anak yang berani mengangkat suara untuk mengumandangkan panggilan kepada kebaikan.
Dan dari suara kecil mereka, kita kembali diingatkan:
Masa depan bangsa sedang tumbuh di hadapan kita. Menjaga iman, akhlak, dan pendidikan mereka hari ini berarti sedang menjaga masa depan negeri ini.(Diskominfo Kampar /AJ)