17 Agustus 2026

RMTN Kab Kampar Gelar Tawajjuh Akbar Dan Maulid Nabi SAW 1448 H, Dengan Hadirkan Ulama Muda Syehk Refliyandi Syahfitra


276 views

Kampa, Rabitha Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah (RMTN) Kabupaten Kampar gelar Tawajjuh Akbar Bersempena Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Islamic Center Al Hidayah Kampar Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar pada Sabtu (15/8).

Tawajjuh Akbar kali ini RMTM Kabupaten Kampar mendatangkan penceramah seorang  Syehk Muda yang bernama Refliyandi Syahfitrah yang sehari hari akrab dipanggil dengan Buya Angku Mudo Rafli. Ia merupakan Pimpinan Halaqah Surau Suluk Bustan Al-Salikin Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Ia juga dikenal sebagai penceramah muda yang memiliki banyak jemaah dari berbagai Mesjid atau surau di Kabupaten Kampar. 

Didampingi oleh Abuya H. Muhammad Abdi, Lc, MA Ketua RMTN  dan Fadli Azmi, Lc, MH selaku Sekretaris RMTN Kabupatrn Kampar, Syekh Muda Rafli berikan Tausiyah dan pengetahuan Tawajjuh kepada jemaah yang sedari sore sudah memadati Mesjid PP Islamic Center Al Hidayah. Jemaah yang hadir  ternyata berasal dari pengajia Tariqat se Kabupaten Kampar. Dan tampak jemaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib.

Dalam penyampaian tausiahnya Syekh Muda Rafli mengajak jamaah tawajjuh dan zikir untuk memperbaiki kualitas ibadah. "Dengan tawajjuh, zikir, dan doa, kita berharap ada perubahan sikap dan prilaku pada diri masing masing dalam kehidupan sehari-hari" demian disampaikannya.

Dengan zikir kata Syekh Muda, ini akan membawa kesejukan hati yang bening, tidak berburuk sangka dan dengki antar sesama ummat.
 “Mari kita jaga hati kita untuk taat kepada Allah SWT, menuju ke jalan yang benar, jalan yang diridhai Allah SWT,” ucap Syehk Muda sambil melemparkan senyum khasnya kepada seluruh jamaah.

Dalam kesempatan ini Syehk Muda juga paparkan sengan jelas bahwa Tawajjuh akbar dan peringatan Maulid Nabi adalah rangkaian kegiatan keagamaan dan spiritual yang sering diselenggarakan bersama oleh kalangan umat Islam, khususnya kelompok tarekat, untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui dzikir dan doa bersama. Ia menjelaskan Tawajjuh itu sendiri berupa Konsentrasi batin atau pengarahan hati secara bersama-sama kepada Allah SWT yang dipimpin oleh mursyid atau ulama tarekat sedangkan Perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa syukur dan sarana meneladani akhlak mulia. (Diskominfo Kampar/EMS)

Artikel Terkait