10 Agustus 2026

Adat Hidup Karena Dipakai, Budaya Lestari Karena Diwarisi, LPP BAIK Gelar Latihan Basiacuong/Sisombou “Maantau Tando” Batunangan


510 views

Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Budaya Adat Istiadat Kampar (LPP BAIK) terus melakukan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta menjaga Komitmennya untuk Melestarikan Nilai-nilai adat serta budaya Masyarakat Kampar.

Salah satu bentuk nyata pelestarian tersebut diwujudkan melalui praktik Basiacuong pada pelatihan dengan judul materi  “Maantau Tando / Batunangan" yang digelar di Gedung Aula Sialang Salo, Ahad (9/8/2026). Kegiatan ini digelar berkat kerjasama dan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah badan pengembangan dan pembinaan bahasa - Pusat Pengembangan dan perlindungan Bahasa dan sastra 

Hal tersebut sebuah ajaran menggambarkan pentingnya sikap Menghormati Menyambut serta menghargai setiap orang yang datang Maupun mereka yang menanti dalam hal ini dalam rangkaian Adat istiadat Maantau Tando yang di dalamnya melekat nilai-nilai budaya.

Dalam tradisi masyarakat Kampar, Basiacuong bukan sekadar rangkaian kata-kata adat, tetapi merupakan seni bertutur yang sarat dengan nilai sopan santun, penghormatan, kebersamaan dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui praktik tersebut, Yayasan LPP Baik berupaya memastikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat tetap hidup dan dapat dipahami oleh generasi muda atau generasi penerus.

“Maantau Tando" merupakan tahapan prosesi sakral (ikatan janji/tanda kesepakatan) sebelum pernikahan yang memiliki aturan baku, seperti seserahan barang dan tata cara antar-menerima.

Barang atau "tanda" yang diantarkan merupakan simbol komitmen fisik dan mental. Nasehatnya adalah agar kedua belah pihak teguh pendirian dan tidak mudah membatalkan janji yang sudah disepakati di depan para tokoh adat dan keluarga.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat keberadaan Basiacuong sebagai salah satu kekayaan budaya daerah. Basiacuong diharapkan tidak hanya dikenal sebagai tradisi dalam acara adat, tetapi juga dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yayasan LPP BAIK berkomitmen untuk terus melakukan edukasi, pembinaan dan praktik Basiacuong kepada masyarakat, khususnya generasi muda atau generasi penerus, sehingga warisan budaya Kampar tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Adat hidup karena dipakai, budaya lestari karena diwarisi.”

Dengan semangat tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Budaya Adat Istiadat Kampar (BAIK)  Usman Efendi, SE, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga adat dan budaya Kampar agar tetap tumbuh, berkembang dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.

Dengan pembinaan yang kita lakukan terhadap generasi milinenal Kampar adat dan budaya tetap dapat kita Lestarikan "Ujar Usman Efendi, SE

Untuk hari ini kita mendatangkan guru Basiacuong Dt. Emi Zamzami yang merupakan Tokoh Adat dan Guru Basiacuong Desa Bukit Melintang dan Peraih terbaik I Basiacuong tingkat kabupaten Kampar tahun 2016, yang akan menerangkan tata cara yang tepat dalam maantu tando/adat bertunangan untuk dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat (siompu-siompu) perempuan dalam prosesi bertunangan.

Mari bersama-sama kita dukung dan sukseskan kegiatan ini demi menjaga keberlanjutan tradisi dan budaya Basiacuong di Kabupaten Kampar. Semoga pelaksanaan pelatihan ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa, Mari Rawat Budaya, Lestari Sastra Negeri " Tutup Usman Efendi, SE 
(DiskominfoKampar/IsN).

Artikel Terkait