10 Agustus 2026

Tempuh Sungai, Jalan Kaki hingga Desa 3T, Bunda PAUD Kampar Antar Harapan Pendidikan untuk Generasi Masa Depan


334 views

KAMPAR KIRI HULU — Pendidikan anak usia dini bukan sekadar tentang ruang kelas dan buku pelajaran. Di pelosok Kabupaten Kampar, pendidikan adalah tentang perjuangan membuka jalan menuju masa depan. Bahkan ketika akses harus ditempuh melalui perjalanan darat, menyusuri sungai dengan sampan (piyau), hingga berjalan kaki, semangat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini tidak boleh terhenti.

Semangat itulah yang ditunjukkan Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani, bersama Pemerintah Kabupaten Kampar, Forum PAUD Kabupaten Kampar dan jajaran terkait saat menyambangi sejumlah desa yang tergolong wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (8/8/2026).

Dengan medan yang tidak mudah dan perjalanan yang cukup panjang, rombongan tetap melangkah menuju pelosok untuk membawa pesan penting: setiap anak Kabupaten Kampar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Kunjungan tersebut sekaligus dirangkai dengan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di wilayah 3T, serta penyerahan perlengkapan sekolah dan Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD bagi anak-anak usia prasekolah.

Kehadiran Bunda PAUD Kampar menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Tidak hanya menyampaikan program dan bantuan, Tengku Nurheryani turun langsung melihat kondisi pendidikan anak usia dini di lapangan, berdialog dengan masyarakat, kepala desa serta para guru PAUD yang selama ini dengan penuh dedikasi memberikan pembelajaran kepada anak-anak di wilayah terpencil.

Perjalanan panjang tersebut didampingi Camat Kampar Kiri Hulu Firdaus, para kepala desa, serta guru PAUD keliling yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini di kawasan tersebut.

Tiga desa yang dikunjungi secara langsung oleh Bunda PAUD Kampar yakni Desa Muara Bio, Desa Gajah Bertalut dan Desa Terusan.
Sementara bantuan secara simbolis juga diserahkan kepada kepala desa untuk Desa Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai.

Bantuan perlengkapan sekolah dan APE tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini.

Bagi anak-anak PAUD di wilayah 3T, kehadiran pemerintah bukan hanya berarti menerima bantuan. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi pesan bahwa mereka tidak dilupakan dan masa depan mereka menjadi bagian penting dari pembangunan Kabupaten Kampar.

Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani, mengatakan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Kampar di masa mendatang.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian kita terhadap pembangunan pondasi sumber daya manusia Kabupaten Kampar yang dimulai dari prasekolah dasar,” ujar Tengku Nurheryani.

Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fase fundamental dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, kemandirian, kecerdasan serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Karena itu, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di wilayah 3T untuk kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. (Diskominfo Kampar /Pdy)

Artikel Terkait