09 Agustus 2026

Revitalisasi Sastra Lisan Basiacuong Untuk Generasi Milenial Kampar, Yayasan LPP BAIK Gelar Pelatihan Sastra Lisan Basiacuong untuk Generasi Muda


81 views

Salo – Dalam upaya melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya daerah, Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Budaya Adat Istiadat Kampar (LPP BAIK) menggelar Pelatihan Sastra Lisan Basiacuong melalui program Revitalisasi Sastra Lisan Basiacuong untuk Generasi Milenial Kampar yang di gelar diSekretariat LPP Baik Dusun Sialang Desa Salo. Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan LPP BAIK dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan generasi muda dalam mengenal, mempelajari, dan mempraktikkan sastra lisan Basiacuong yang merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Kampar. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, keberadaan sastra lisan tradisional perlu terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Ketua Yayasan LPP BAIK dt Syarizal, SE M.Si menyampaikan bahwa Basiacuong bukan sekadar seni bertutur, tetapi juga mengandung nilai-nilai adat, etika, kearifan lokal, dan filosofi kehidupan masyarakat Kampar yang diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi milenial terhadap budaya daerahnya sendiri. Basiacuong adalah kekayaan intelektual dan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan para tokoh adat, budayawan, dan praktisi Basiacuong yaitu Tuan guru dt Herman, dt Syahrul, dan juga dt Syamsami, yang akan membimbing peserta dalam memahami sejarah, teknik bertutur, penggunaan bahasa, serta praktik langsung sastra lisan Basiacuong yang berlangsung selama 5 hari pada tanggal 8,9,15,16 dan 23 Agustus 2026. Para peserta berasal dari kalangan pemanggku adat yang terpilih dari setiap desa se kabupaten dengan Jumlah peserta sebanyak 25 orang.

Program revitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami nilai budaya lokal, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan duta pelestarian sastra lisan Basiacuong di berbagai ruang sosial, pendidikan, maupun media digital.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Yayasan LPP BAIK bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berharap sastra lisan Basiacuong dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kampar serta bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. (DiskominfoKampar/RyD)

Artikel Terkait