07 Agustus 2026

Menumbuhkan Kesadaran Berzakat: Sinergi KUA Salo dan BAZNAS Kampar Menguatkan Kepedulian Umat


183 views

 

Oleh: Adi Jondri Putra

Bangkinang Kota – Zakat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan rukun Islam, tetapi juga instrumen besar dalam membangun keadilan sosial dan mengentaskan kemiskinan. Kesadaran inilah yang terus diupayakan melalui berbagai langkah kolaboratif antara lembaga keagamaan dan pengelola zakat.

Dalam semangat tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Salo melakukan diskusi bersama BAZNAS Kabupaten Kampar di Kantor BAZNAS Kampar, Kamis (06/08/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi titik awal penguatan sinergi dalam membangun kesadaran umat agar semakin taat menunaikan zakat, khususnya zakat harta.

Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Kampar, Abdullah Datuk Paduko Sindo, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Gus Wahid Arbangi, S.Pd.I, menjelaskan strategi BAZNAS dalam memperluas pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di setiap desa.

Menurut Abdullah, keberadaan UPZ akan memudahkan masyarakat menyalurkan zakat sekaligus memperkuat pengelolaan zakat yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat. Zakat yang terkumpul nantinya akan dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

"Untuk pendistribusian konsumtif berupa sembako, sepenuhnya ditentukan oleh UPZ sesuai kondisi masyarakat di wilayahnya. Sedangkan bantuan produktif diusulkan oleh UPZ dan diverifikasi melalui survei langsung oleh BAZNAS. 
Seluruh Zakat yang dikumpulkan UPZ, 100% dikembalikan kepada masyarakat di wilayah tersebut,  bahkan BAZNAS akan menambah sekitar 10 hingga 30 persen dari dana zakat yang berhasil dihimpun UPZ untuk disalurkan kembali kepada masyarakat di wilayah tersebut," jelas Abdullah.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan UPZ bukan semata-mata meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi lebih dari itu, membangun kesadaran masyarakat bahwa zakat merupakan kewajiban agama yang memiliki dampak besar bagi kesejahteraan umat.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Salo, Ustaz Zamhasri, S.H.I., bersama Adi Jondri Putra menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Kampar. Menurut mereka, pendekatan berbasis desa melalui UPZ merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat.

Ustaz Zamhasri yang pernah menetap di Arab Saudi selama 13 tahun menegaskan bahwa KUA Kecamatan Salo siap mendukung program tersebut melalui jalur pembinaan keagamaan.

"Di bawah arahan Kepala KUA Kecamatan Salo, kami akan menginstruksikan seluruh mubalig dan penceramah binaan agar menjadikan pentingnya zakat sebagai salah satu materi prioritas dalam setiap kegiatan dakwah. Kesadaran berzakat harus terus ditanamkan agar menjadi budaya ibadah yang hidup di tengah masyarakat," ungkapnya.

Kolaborasi antara KUA Kecamatan Salo dan BAZNAS Kabupaten Kampar menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya berhenti pada penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata yang mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Ketika kesadaran berzakat tumbuh, maka keberkahan tidak hanya dirasakan oleh para muzaki, tetapi juga mengalir kepada mustahik dan menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan diridhai Allah Swt.( Diskominfo Kampar /AJ /Pdy)

Artikel Terkait