02 Juni 2026

Bupati Kampar Ahmad Yuzar Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026


248 views

Bangkinang Kota – Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Senin (02/06/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., unsur Forkopimda Kabupaten Kampar, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat struktural dan fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Dalam amanatnya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menjelaskan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia dengan ribuan pulau dan ratusan etnis, Pancasila menjadi kekuatan yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa dalam satu ikatan kebangsaan.

Bupati Kampar juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap tindakan, keputusan, dan kebijakan yang kita ambil,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Bupati Kampar mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
(Diskominfo Kampar/RF)

Artikel Terkait