Loading
Pekanbaru, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Tari Zapin Massal di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, pada Minggu pagi (11/1). Mengusung tema "Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu", kegiatan ini berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan penetapan Rekor Dunia dengan kategori “Tari Zapin Meskom Oleh Perempuan Terbanyak”.
Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Istri Plt Gubernur Riau Adrias Hariyanto selaku Ketua BKOW Provinsi Riau, yang menjadi motor penggerak utama suksesnya acara ini.
Turut hadir Sekda Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi, AP, M.Si. beserta istri Herawati Abdi., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, serta para mantan Gubernur Riau dari masa ke masa dari berbagai periode., seperti H. Saleh Djasit, Dari jajaran daerah, hadir pula Pj. Sekda Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Kampar, Ahmad Yuzar., serta para tokoh penting lainnya guna memberikan dukungan atas pelestarian budaya ini.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan rasa bangga atas keteguhan Riau dalam menjaga identitas di tengah modernitas. "Riau memilih jalan yang berbeda. Kita memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan membangun tanpa mengorbankan nilai," tegasnya di hadapan ribuan peserta yang mengenakan pakaian Melayu Lengkap dan Kebaya Labuh Kekek.
Beliau menambahkan bahwa Zapin adalah simbol disiplin dan adab. "Perempuan Melayu Riau menunjukkan bahwa kehormatan adalah kekuatan. Pemprov Riau berkomitmen agar budaya Melayu terus hadir dalam ruang publik dan pendidikan, bukan sekadar pelengkap acara seremonial," imbuhnya.
Sementara itu disela acara, Pj. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah turut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas anak jati Melayu.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Kampar sangat bangga. Pencapaian Rekor Dunia ini adalah bukti nyata kekompakan kita semua. Semoga semangat pelestarian ini terus menular hingga ke tingkat desa, agar generasi muda kita tetap bangga dengan budayanya sendiri," ujar Ardi Mardiansyah
Prestasi dunia ini dikonfirmasi langsung oleh Senior General Manager MURI, Triyono. Pihaknya memutuskan untuk meningkatkan status penghargaan dari Rekor Nasional menjadi Rekor Dunia karena jumlah peserta yang membeludak.
"Info awal yang kami terima hanya 4.000 peserta, namun pada pelaksanaan hari ini menembus 6.000 penari. Karena Zapin merupakan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang khas dari Riau, maka ini resmi ditetapkan sebagai Rekor Dunia," jelas Triyono.
Kemeriahan di Jalan Gajah Mada ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemprov Riau, BKOW, pemerintah kabupaten/kota, serta tokoh masyarakat dalam menjaga marwah budaya Melayu agar tetap eksis di kancah internasional.
Acara ditutup dengan Penyerah Piagam Rekor MURI dan peragaan gerak Zapin yang serempak, menciptakan gelombang kekompakan di sepanjang Jalan Gajah Mada, sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa budaya Melayu tetap lestari dan berjaya di Provinsi Riau.
(Diskominfo Kampar /Prot-Dokpim/Pdy)