03 September 2026

Pimpin HLM Pengendalian Inflasi, Bupati Kampar Berikan Apresiasi Kepada BI Perwakilan Riau, DJPb Riau BPS dan Bulog Kampar


149 views

BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar di Bangkinang Kota, Rabu (2/9/2026).

Bupati memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Riau, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, BPS Kampar dan Perum Bulog Cabang Kampar yang terus bersinergi bersama Pemkab Kampar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“High Level Meeting ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali peluang dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sinergi ini harus terus diperkuat agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ahmad Yuzar.

Menurutnya, inflasi Kampar masih bersifat fluktuatif dan perlu mendapat perhatian serius. Salah satu tantangan utama adalah ketergantungan terhadap pasokan pangan dari daerah lain, mengingat produksi pangan lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20–30 persen kebutuhan masyarakat.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemkab Kampar telah melakukan berbagai intervensi, di antaranya pengembangan padi sawah, jagung hibrida, cabai merah serta pemberian bibit hortikultura seperti cabai rawit, terong dan tomat.

“Untuk jagung, kita telah menyediakan bibit untuk pengembangan sekitar 600 hektare dan bibit padi untuk 2.350 hektare. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan kita,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi lokal, Pemkab Kampar juga memperkuat rantai pasok pangan melalui kerja sama dengan daerah penghasil. Salah satunya melalui nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga maupun bencana yang mengganggu pasokan.

“Kita harus memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli. Ekonomi harus kita jaga, begitu juga rantai pasok harus kita jamin. Karena itu, kerja sama dengan daerah penghasil menjadi penting,” tegas Bupati.

Ahmad Yuzar menekankan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah seorang diri. Diperlukan keterlibatan seluruh stakeholder agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

HLM tersebut turut dihadiri Kepala BI Perwakilan Riau Panji Ahmad, Kepala Kanwil DJPb Riau Adnan Wimbiyarto, Kepala BPS Kampar Rozalinda, Kepala Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Pimpinan PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay, jajaran kepala OPD serta TPID Kabupaten Kampar.

“Kehadiran seluruh stakeholder hari ini menunjukkan komitmen dan keseriusan kita bersama dalam mengendalikan inflasi. Ke depan, kita berharap ketersediaan pangan semakin meningkat, harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik,” tutup Ahmad Yuzar.
(Diskominfosankampar/ProDokpim/Pdy)

Artikel Terkait