03 September 2026

Sesuai Visi Misi Bupati Kampar dan Wakil Bupati Kampar, BUMDes Harus Naik Kelas, Wajudkan Penggerak Ekonomi Masyarakat.


221 views

Bangkinang Kota - Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu motor utama dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kemandirian desa.

Kecamatan XIII Koto Kampar diproyeksikan menjadi pilot project (percontohan) dalam pengembangan potensi unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kampar.

Hal tersebut tertuang surat Nomor: 050/Bappeda-V.1/2026/899 tentang Pembahasan Laporan Akhir Kajian Model Pengembangan Unit Usaha Produktif BUMDes Berbasis Potensi Unggulan Desa di Kabupaten Kampar, yang diselenggarak di Ruang rapat Gulamo Bappeda Kabupaten Kampar,  Senin (31/8/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah Kepemimpinan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT dan Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si dalam mendorong BUMDes agar semakin mandiri, inovatif, profesional, dan mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa serta  mendukung penyusunan Dokumen Model Pengembangan Unit Usaha Produktif BUMDes Berbasis Potensi Unggulan Desa di Kabupaten Kampar.

Dalam pembahasan rapat di Kantor Bappeda tersebut dihadiri Kepala Dinas PMD Febrinaldi Tridarmawan S.STP, M.Si serta tim terkait, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar dan Tujuh Kepala Desa di XIII Koto Kampar serta Pendampingan Management MoU BUMDes XIII Koto Kampar Dr. H. Zulher, M.Si.

Ditunjuknya Dr. H. Zulher Sebagai Management BUMDes di Kabupaten Kampar, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar tekankan BUMDes harus mampu membaca peluang dan berani mengembangkan usaha yang sesuai dengan karakter serta keunggulan desanya. 

“Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.”ungkapnya.”

Sesuai Visi dan Misi, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar juga akan terus memberikan dukungan dan mendorong terciptanya ekosistem usaha desa yang sehat. Kita ingin BUMDes di Kabupaten Kampar benar-benar hidup, produktif dan mandiri.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari desa, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”tutupnya.”

Dr. H. Zulher mengatakan XIII Koto Kampar sebagai kawasan percontohan dinilai memiliki potensi besar, mengingat wilayah ini mempunyai beragam sumber daya dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan BUMDes secara terintegrasi.

Ia berharap tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan asli desa, tetapi juga mampu membuka lapangan usaha, menciptakan nilai tambah terhadap produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

sebagai Pendamping Management pengembangan BUMDes di Kabuoaten Kampar Dr. H. Zulher juga menegaskan membutuhkan keseriusan, perencanaan yang matang serta pengelolaan yang profesional. Kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, masyarakat dan berbagai pihak juga menjadi kunci agar usaha desa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sebagai camat XIII Koto Kampar Zulfikar merasa bangga dan terus mendorong agar BUMDes tidak sekadar menjalankan usaha, tetapi mampu membaca peluang dan mengembangkan potensi unggulan masing-masing desa sesuai karakteristik wilayah.

Zulfikar juga menjelaskan Kecamatan XIII Koto Kampar tentunya punya kekayaan potensi alam, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM, pariwisata serta berbagai potensi ekonomi lainnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa.

“BUMDes harus naik kelas. Jangan hanya menjadi lembaga usaha desa, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.”ungkapnya.”

Ia sangat mendorong XIII Koto Kampar menjadi contoh bagaimana potensi desa dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Untuk itu, Pengembangan BUMDes yang berbasis potensi lokal menjadi langkah strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”ungkap Zulfikar.”

“Tentunya, Keseriusan Bapak Dr. H. Zulher dalam mendorong pengembangan BUMDes menjadi angin segar bagi upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kampar Khususnya di Kecamatan XIII Koto Kampar.”

Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan membangun tata kelola usaha yang profesional, BUMDes diharapkan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru dari desa untuk Kampar yang lebih maju dan sejahtera.
(DiskominfoKampar/IsN).

Artikel Terkait