21 Januari 2026

Usai Zoom Meeting Bersama Kemendagri RI, Bupati Kampar Komit menekan angka Inflasi di Kabupaten Kampar.


1740 views

Bangkinang Kota - Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas harga, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT Mengikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi di Daerah Bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Command Center Kantor Bupati Kampar, Senin (19/1/2026).

Zoom Meeting Inflasi tersebut di Pimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Drs. H. Tomsi Tohir, M.Si diikuti oleh Pj Sekda Kampar  Ardi Masrdiansyah, S.STP, M.Si, Asisten II Setda Kampar Muhammad, BPS Kampar, Forkopimda serta Kepala OPD Terkait dan dialkukan  Pemaparan oleh Kepala Daerah tentang indeks Perkembangan Harga yang terjadi pada minggu terakhir di Daerah.

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri H. Tomsi Tohir mengatakan Zoom Meeting ini kita lakukan untuk memastikan perkembangan inflasi di dalam negeri agar bisa terus terjaga dengan baik.

Ia juga mengatakan, pengendalian inflasi pada Januari ini lebih difokuskan kepada kenaikan harga dan mengantisipasinya serta Pemaparan Kepala Daerah tentang situasi di Daerahnya masing masing.

“Kita fokus pada kenaikan harga serta mengantisipasinya dan juga meminta agar perencanaan untuk program pengendalian inflasi direncanakan dengan segera mungkin sehingga dapat segera di atasi.”ungkapnya.

Usai Zoom Meeting bersama Kemedagri, Bupati Kampar tegaskan untuk menjadi Etensi kita bersama antara Pemerintah Daerah dan Stakeholder untuk selalu memantau terjadi lonjakan inflasi serta kenaikan harga Komoditasi di Kabupaten Kampar.

Ia juga menjelaskan, Faktor Pemicu tingginya Inflasi di Kabupaten Kampar yaitu, Terjadinya kenaikan harga komoditas pangan volatile food (seperti: cabai, bawang merah, telur ayamdan daging ayam ras) yang fluktuatif dan bertepatan dengan Nataru, dimana terjadi permasalahan distribusi dan pasokan baik yang berasal dari luar daerah maupun pasokan lokal, kondisi cuacaekstrem juga sangat mempengaruhi hasil produksi petani.

Selanjutnya, Terjadinya gangguan pasokan dari daerah tetangga: Kabupaten Kampar sangat bergantung padapasokan pangan dari daerah pemasok, antara lain Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Bencanahidrometeorologi (banjir dan longsor) di wilayah pemasok tersebut menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan gagal panen, sehingga stok beberapa komoditas pangan seperti beras dan cabai terdampak. Sedangkan tingginya harga Daging Ayam Ras antara lain disebabkan oleh adanya peningkatan hargapakan yang berdampak kepada peningkatan biaya produksi disamping itu juga adanya peningkatanpermintaan di lapangan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. 

Secara umum produksi komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang dan terlur KabupatenKampar masih bergantung kepada daerah pemasok yaitu dengan rata-rata kekurangan pasokan diatas 70%, kecuali untuk daging ayam ras yang mengalami surplus.

Tentunya, Pemerintah Daerah sealu melakukan upaya-upaya konkret yang dilakukan seperti Pemantauan Harga dan Stok untuk memastikan kebutuhan tersedia secara harian dan Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting antara lain melalui Kerjasama AntarDaerah dengan daerah penghasil komoditi serta melakukan pencanangan Gerakan menanam Padi Cabai dan Jagung.

“Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kampar selalu melakukan operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah di Seluruh Kecamatan dan Melaksanakan sidak kepasar dan distributor agar tidak menahan barang.”ungkapnya.”

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus berupaya maksimal melakukan upaya konkrit serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait supaya selalu menekan angka Inflasi demi kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kampar.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).

Artikel Terkait