Loading
Bangkinang Kota - Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT yang diwakili oleh Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad, M.Si ikuti Rapat Kordinasi Inflasi Daerah Menjelang Natal dan Tahun Baru Melalui Zoom Meeteng, yang diselenggarakan di Ruang Rapat Media Center Kantor Bupati Kampar, Senin (22/12/2025).
Rakor ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Drs. H. Tomsi Tohir, MM, yang memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) seluruh Indonesia.
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh perangkat daerah karena menjaga inflasi dalam angka ideal 2,27 persen di bulan Januari hingga November tahun 2025,”ungkapnya.”
Selanjutnya, Tomsi Tohir mengingatkan bahwa tahun 2025 hanya menyisakan satu bulan efektif. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga.
“Ia tegas agar Kementerian Perdagangan tidak menaikkan harga komoditas strategis, terutama minyak goreng bersubsidi Minyak Kita. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat koordinasi serta memfokuskan pengawasan harga kebutuhan pokok hingga tingkat pasar dan distributor terbawah.”ungkapnya.”
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Muhammad menegaskan Komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Nataru.
“Bersama Tim TPID Kabupaten Kampar tentunya komitmen untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar, memastikan ketersediaan stok bahan pangan, serta meningkatkan sinergi dengan instansi terkait agar perayaan Nataru 2026 berjalan lancar tanpa adanya lonjakan inflasi yang signifikan.”ungkapnya.”
Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Kampar terus melakukan kordinasi lintas sektor untuk menjaga kestabilan harga dan selalu berupaya harga tetap stabil dan siap dalam menghadapi akhir Tahun.
“Untuk itu, stabilitas ekonomi Daerah InsyaAllah tetap terjaga, inflasi dapat dikendalikan, dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta tanpa beban lonjakan harga kebutuhan pokok.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).